Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Wednesday, 19 February 2014

KEHEBATAN SOLAT TAHAJUD -KISAH 2





KISAH NYATA KEAJAIBAN DAN KEHEBATAN SHOLAT TAHAJUD

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Jam menunjukkan angka 4 pagi. Suasana hening. Tak ada yang bergerak kecuali dedaunan pohon yang ditiup oleh angin malam hari. Ujung-ujung dahan merangkul jendela rumahku.

Tiba-tiba alarm berbunyi. Khadijah langsung mematikan alarm. Bangun dan bergegas ke kamar mandi. Langkahnya begitu berat karena ia tengah mengandung 8 bulan. Perutnya semakin membesar dan kakinya membengkak. Mudah lelah, nafasnya berat dan wajahnya pucat, matanya membengkak karena banyak menangis.

Ia tetap bangun malam itu, padahal adzan subuh masih satu jam lagi. Khadijah adalah teman dekatku, usia perkawinannya sekitar tiga tahun. Pada saat diberitakan positif hamil, ia dan suaminya sangat girang membayangkan segera dapat menggendong anak pertamanya.

Namun pada beberapa bulan usia kehamilannya di saat visit ke dokter spesialis kandungan, setelah mendapatkan pemeriksaan sebagaimana biasa, lalu dokter tersebut mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya mengalami kelainan organik, hanya memiliki satu ginjal!

Subhanallah, ini terjadi di negeri Barat, yang ilmu kedokterannya sangat maju. Tetapi para dokternya tidak memiliki perasaan manusiawi sedikitpun, salah satu korbannya adalah temanku Khadijah yang secara psikologis menjadi takut dan mencekam setelah mendengar vonis dokter perihal bayinya.

Khadijah keluar dari pemeriksaan dengan wajah yang layu. Seperti orang yang linglung tidak tahu bagaimana bisa sampai ke rumah, kelahiran pertama dengan bayi yang hanya memiliki satu ginjal? Apa yang harus dilakukan? Ataukah dokternya yang salah mendiagnosa?

Khadijah dan suaminya tetap berikhtiar ke dokter lain, tetapi tetap saja mereka menjelaskan diagnosa yang sama, satu ginjal!!! Setiap kali visit ke dokter harapannya semakin tipis, hingga akhirnya ia pasrah menerima kenyataan.

Dokter terakhir yang menjadi langganannya mengatakan bahwa hendaknya ia jangan membuat dirinya menjadi lelah dan stres, karena hal itu tidak akan merubah keadaan anaknya.

Setelah itu ia sadar bahwa tidak ada yang dapat diperbuat olehnya melainkan menghadap Allah dengan doa. Sejak saat itu ia selalu bangun di sepertiga malam untuk tahajud dan mendoakan anak yang kelak akan dilahirkannya, ia yakin dengan firman Allah,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah 2:186)

“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS Al-An’am :t 17)

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107.)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. ((Q.S Al Mukmin : 60)

Juga Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap malam Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika datang sepertiga malam terakhir, lalu Allah berfirman, “Barang siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku berikan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku Aku ampuni”. (HR Bukhari Muslim).

Khadijah yakin tidak ada tempat untuk mengadu kecuali kepada-Nya, karena itu ia tidak ragu-ragu untuk selalu bangun satu jam sebelum fajar atau lebih. Meskipun kehamilannya menyebabkan lelah dan kurang tidur.

Setiap malam selalu bangun di sepertiga akhirnya, sujud di tempat shalat dengan penuh khusyu, seraya memohon kepada Allah agar dikaruniai seorang putri yang sehat dengan ginjal normal (dua ginjal). Ia terus berdoa dengan suara yang lirih.

Tangisnya membasahi alas sujudnya. Tidak luput semalam pun dan tidak bosan sedikitpun dari sujud dan ruku’. Meskipun melakukannya dengan susah payah, ia tidak surut dari usahanya dan tidak mengeluh sedikitpun.

Setiap kali dokter kandungan memberitahukan hasil pemeriksaan, semakin bertambah semangatnya untuk qiyamullail di sepertiga malam terakhir.

Suaminya sangat iba kepadanya setiap malam bangun untuk bermunajat, sang suami khawatir istrinya depresi ketika putrinya lahir dengan satu ginjal. Namun ia sadar bahwasanya Allah SWT terkadang mengabulkan doa di akhir (last minutes), sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dari Abu Said Al-Khudry,

“Tiada seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung unsur dosa dan memutus silaturahim, melainkan Allah berikan kepadanya tiga kemungkinan: dipercepat pengabulan doanya, ditangguhkan pengabulan doanya sampai di akhirat nanti, atau dihindarkan dari keburukan sebanding dengan kebaikan yang diminta. Para sahabat berkata, “Kalau begitu kita minta sebanyak-banyaknya.” Nabi bersabda, ”Allah lebih banyak lagi (karunia-Nya).” (HR. Ahmad).

Ia selalu mengingatkan suaminya bahwa tidak ada jalan baginya kecuali meminta kepada Allah. Jika tidak meminta kepada Allah, kepada siapa lagi kita meminta? Sebagaimana syair mengatakan:

Jangan meminta sesuatu kepada anak Adam ..
Mintalah kepada Yang pintu-Nya tak tertutup ...

Allah marah jika Anda tidak meminta-Nya ..
Sedang anak Adam marah jika diminta ...

Bagaimana Anda tidak meminta kepada Allah SWT, sementara Rasulullah telah meriwayatkan dari Tuhan melalui hadits qudsi,

“Hai hambaKu, seandainya yang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalian, seluruh manusia dan jin berdiri di satu tempat, lalu mereka meminta kepadaku, maka akan aku kabulkan permintaannya masing-masing, tidak ada yang berkurang sedikitpun dari-Ku, kecuali seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalamnya lalu diangkatnya” (HR. Muslim)

Dua pekan sebelum kelahirannya, Khadijah datang ke rumahku. Ketika masuk waktu Zhuhur kami shalat berjamaah. Ketika aku bangun dari shalat, tangannya merengkuh tanganku seraya berkata bahwasanya ia merasakan sesuatu yang aneh.

Lalu kami segera pergi ke rumah sakit, ternyata hal itu adalah tanda-tanda akan melahirkan. Aku berdiri di sampingnya. Ia terus banyak berdoa dan memohon semoga anaknya yang lahir selamat dan normal dengan dua ginjal.

Setelah berjuang antara hidup dan mati, putrinya pun lahir, ia memberinya nama “Fatimah”. Fatimah lahir dengan berat badan yang kurang, posturnya kecil, akibat dari hanya satu ginjal yang dimilikinya. Khadijah menangis dan aku pun tak kuasa menahan tangis, karena membayangkan bagaimana Fatimah dapat hidup dengan hanya satu ginjal?

Tiba-tiba dokter datang dan yang mengejutkan dokter tersebut berkata bahwa ternyata Fatimah kondisinya sehat dan yang lebih mengagetkan lagi dokter menyatakan bahwa ternyata ginjalnya dua (normal). Kami terhenyak sejenak seperti tak percaya dengan semua ini. Subhanallah! Alangkah Penyayangnya Allah kepada makhluk-Nya.

Kini Fatimah berumur 5 tahun, semoga Allah melindunginya dan menjadikannya sebagai penyedap mata bagi yang memandangnya.

Wallahu’alam bishshawab



Sunday, 26 January 2014

KISAH TAAT KEPADA IBU - DIA MASHUR DI LANGIT





Dia hanyalah seorang penggembala kambing biasa. Sekali pandang, tiada apa yang istimewa tentang pemuda ini. Namun, dia mencatat sejarah hebat di kalangan manusia. Malah, baktinya yang tersembunyi mengangkat dirinya ke martabat yang amat tinggi. Sehingga Rasulullah SAW sendiri mengiktiraf bahawa memang benar Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit, bukan manusia di bumi!

Ketika zaman Nabi Muhammad SAW, Uwais Al-Qarni tinggal di negeri Yaman. Hidupnya sangat fakir dan dalam keadaan yatim. Dia cuma tinggal bersama seorang ibu yang sudah tua dan lumpuh. Malahan, ibu tua itu telah buta dan hanya bergantung harap pada Uwais untuk menguruskan kehidupannya. Di situlah mereka berdua beranak meneruskan kehidupan tanpa ada sanak saudara.

Walaupun miskin, Uwais kaya dengan budi bahasa dan amanah. Justeru, dia menjadi kepercayaan orang untuk menjaga ternakan mereka pada waktu siang. Upah yang diterima hanya cukup untuk menampung makan pakai mereka sehari-hari. Jika ada terlebih, Uwais akan membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dirinya.

Selain itu, Uwais terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Dia seringkali berpuasa dan malam hari masanya terisi dengan ibadah solat-solat sunat dan tahajud kepada Allah. Tatkala ibunya memerlukan bantuan, Uwais tidak pernah mengeluh dan akan menguruskan ibunya terlebih dahulu sebelum membuat perkara lain.

Sebenarnya, Uwais ada menyimpan satu keinginan. Dia ingin sekali berjumpa sendiri dengan Rasulullah SAW. Malah, hatinya merasa sedih setiapkali mendengar cerita jirannya yang dapat bertemu dengan Rasulullah. Apakan daya, dia tidak boleh meninggalkan ibunya yang uzur dan Uwais redha dengan keadaan itu.

Kecintaannya kepada Rasulullah juga bukan calang-calang. Ketika mendengar Rasulullah tercedera dan gigi baginda patah di dalam perang Uhud, Uwais lantas mengetuk giginya dengan batu sehingga patah. Ini sebagai ungkapan cintanya kepada Nabi Muhammad SAW sekalipun dia tidak pernah bertemu dengan baginda. Kerinduan dan kecintaan kepada nabi menyebabkan dia bertanya sendiri, bilakah dia akan bersua muka dengan kekasih Allah yang agung itu.

Tetapi seketika kemudian, Uwais kembali sedar bukankah tanggungjawab utamanya adalah berbakti kepada ibunya yang sudah uzur. Mana mungkin dia tegar meninggalkan wanita itu keseorangan. Lagipun, ibu itu amat dikasihi dan dijaga bagai menatang minyak yang penuh saban hari.

Sekian waktu berlalu, kerinduan kepada Nabi SAW yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, memberitahu keinginannya dan memohon izin serta restu agar dapat pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibunya merasa terharu mendengar permintaan Uwais dan berkata,

“Pergilah wahai Uwais, Temuilah Nabi di rumahnya. Kelak, selesai berjumpa dengan baginda, segeralah engkau pulang ke pangkuanku.”

Izin itu diterima Uwais dengan gembira. Segera dia berkemas untuk berangkat. Dia menyiapkan segala keperluan ibunya dan berpesan kepada jiran agar menemani ibunya selama dia pergi. Sesudah bersalaman dan mencium ibunya, Uwais pun berangkat ke Madinah.

Setelah melalui perjalanan yang jauh, akhirnya Uwais sampai di kota Madinah. Dia terus menuju ke rumah Rasulullah SAW dan mengetuknya. Salamnya dijawab seorang wanita. Itulah Siti Aisyah r.a. Dikhabarkan Rasulullah tidak ada di rumah kerana sedang berada di medan pertempuran. Kecewalah Uwais. Dari jauh dia datang namun Nabi tidak dapat ditemuinya. Kerana teringatkan ibunya yang sudah tua, hati Uwais serba salah. Perlukah dia menunggu Rasulullah? Di telinganya terngiang-ngiang kata-kata ibunya yang menyuruh dia lekas pulang. Apa khabar ibunya kini?

Akhirnya kerana ketaatan kepada ibunya, Uwais berangkat pulang dengan segera. Kepada Aisyah, dititipkan pesanan dan salam untuk Rasulullah.

Tidak lama kemudian, Rasululullah SAW pulang dari medan peperangan. Kedatangan Uwais disampaikan oleh Aisyah.

“Itulah Uwais Al-Qarni, anak yang taat pada ibunya. Dialah penghuni langit,” ujar baginda. Siti Aisyah dan sahabat tertegun.

Nabi berkata lagi “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah dia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi SAW memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi SAW kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi SAW itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan kambing dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali r.a, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahawa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tetapi ketika itu Uwais sedang solat. Usai solat, Uwais menjawab salam Khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi SAW ini dan menghulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabat, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi SAW. Memang benar! Kelihatan tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi SAW bahawa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam perbualan mereka, dinyatakan ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta doa pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Kerana desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera sahaja Uwais marah dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni pun meninggal dunia. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut-rebut untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafannya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, orang berebut-rebut mengangkat jenazah dan mengiringinya.


Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi peristiwa yang menghairankan. Ramai orang yang tidak dikenali datang untuk menguruskan jenazahnya sehingga ke liang lahad sedangkan selama ini Uwais hanyalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Bermula saat dia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah yang begitu ramai. Mungkin mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan peristiwa-peristiwa ajaib yang berlaku ketika hari beliau wafat telah tersebar ke serata tanah Yaman. Baru hari itu mereka sedar siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Dihari wafatnya, mereka mengakui bahawa memang benar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi SAW, sesungguhnya Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.


Dikopipes dari : mtaqtanwiriah.blogspot.


Thursday, 25 July 2013

AWASI ANAK ANDA DARI FAHAMAN SYIAH


YUSUF AL QARDAWI ISYTIHAR SYIAH MUSUH ISLAM

KUALA LUMPUR 1 Ogos - Ulama tersohor, Dr. Yusuf al-Qardawi telah mengisytiharkan golongan Syiah sebagai golongan kuffar serta merupakan musuh umat Islam keseluruhannya.
Kenyataan keras itu telah disebut oleh Yusuf al-Qardawi dalam satu wawancaranya dengan stesen televisyen al-Jazeera dalam rancangan 'Syari'ah dan Kehidupan' pada bulan Jun tahun ini.
Beliau berkata, golongan Syiah sebenarnya telah mengkhianati umat Islam dan perkara itu terbukti dengan pembunuhan saudara seakidah di Syria bersama-sama dengan puak Hizbollah.
"Jangan panggil mereka Hizbollah, mereka selayaknya digelar Hizbosyaitan dan Allah tiada kaitan dengan mereka.
"Saya menyeru seluruh umat melawan kuffar dan Syiah di dalam Hizbollah. Mereka ternyata kuffar tanpa sedikit keraguan. Mereka sedang menjalankan operasi etnik di Syria dengan tujuan membina negara Syria Barat di barat Syria," katanya dalam rancangan tersebut.
Kenyataan al-Qardawi tentang isu tersebut mendedahkan lagi siapakah Syiah sebenarnya terutama kesannya terhadap penyebaran fahaman itu ke seluruh dunia termasuk Malaysia.
Malaysia baru-baru ini dikejutkan semula dengan isu Syiah dan pada masa sama tiga siri laporan khas telah dibuat dalam Utusan Malaysia.
Pendakwah bebas, Dr. Zahazan Mohamed pula berkata, Syiah bukan sahaja tidak diiktiraf sebagai Islam, malah kemunculan fahaman itu dianggap sebagai ejen Yahudi bertujuan menghancurkan umat Islam.
Yusuf al-Qardawi berkata, dengan terhasilnya negara baharu itu umat Islam akan dibahagi-bahagikan dan bertambah kecil.
Ujarnya, beliau juga telah menyeru dalam khutbah solat Jumaat agar semua umat Islam seluruh dunia yang memiliki kekuatan dan alternatif segera menentang Iran dan Hizbosyaitan dengan membantu saudara-saudara mereka di Syria.
"Saya juga mengucapkan tahniah kepada saudara-saudara kita di teluk Arab atas keputusan, Hizbollah adalah organisasi pengganas dan jika mana-mana ahlinya ditemui di negara-negara Teluk akan dibunuh sebagai murtad kafir.
"Semoga Allah mengutuk Iran, ketua segala kejahatan dan semoga Allah mengutuk Hizbosyaitan dan tulang belakangnya di Iraq dan menyembuhkan mereka yang tercedera dan membebaskan mereka yang diculik. Seterusnya negara Syam yang dicintai akan kembali kepada kita, insya-Allah," ujarnya.
Dalam temubualnya bersama stesen al-Arabiya juga bulan Jun, beliau turut mengakui para ulama di Arab Saudi lebih mengetahui secara mendalam mengenai bahaya Hizbollah dan gerakan Syiah Iran berbanding dirinya.
"Pada satu ketika saya pernah mempertahankan gerakan Hizbollah kerana keberanian mereka berhadapan dengan Israel. Pendapat saya pada masa itu bertentangan dengan pandangan ulama-ulama tersebut. Mereka menentang Hizbollah.
"Namun setelah saya melihat apa yang dilakukan oleh Hizbollah terhadap saudara-saudara kita di Syria barulah saya sedar yang ulama-ulama di Arab Saudi lebih matang dan mempunyai pengetahuan cukup luas tentang Hizbollah dan Iran," ujarnya.

SYIAH ANGGAP KAHWIN MUT'AH IBADAT

SHAH ALAM – Perkahwinan mutaah didakwa sebagai satu ibadat bagi pengikut Syiah kerana mereka perlu sekali dalam seumur hidup berbuat demikian sebagai tanda menghargai nikmat ALLAH, kata pendakwah, Dr Zahazan Mohamed.

Bagaimanapun katanya, dalam pegangan ahli Sunnah wal Jamaah, perkahwinan mutaah diharamkan kerana meletakkan wanita sebagai mangsa kepada lelaki.

Menurutnya, sebagai sebuah negara yang dominan adalah Islam, wanita tidak boleh diambil kesempatan oleh lelaki yang tidak bertanggungjawab.

“Syiah menunjukkan martabat wanita dipandang rendah dan dipermainkan. Ia akan memberikan kesan pandangan masyarakat kepada Islam.

“Syiah makin berani kerana orang Islam semakin jauh daripada agama. Orang Islam perlu mendalami Islam supaya tidak menjadi mangsa Syiah,” katanya kepada Sinar Harian.

Zahazan juga berharap wanita tidak menjadikan ‘lelaki alim’ sebagai alasan untuk berkahwin mutaah.

“Mereka perlu meminta doa kepada ALLAH, bukan kepada manusia. Bertakwalah kepada ALLAH dan dekati orang berilmu serta tidak perlu berkahwin dengan lelaki yang memang mengamalkan Syiah,” katanya.

Zahazan berkata, ibu  bapa perlu mendidik anak- anak mengenai bahaya ajaran Syiah supaya mereka tidak mudah dipengaruhi ajaran itu yang semakin agresif meluaskan pengaruh mutakhir ini.

“Syiah sebagai ‘mazhab’ tidak tepat kerana ia merupakan satu kajian daripada kumpulan tertentu dan pandangan mereka dijadikan sebagai ajaran dan amalan,” katanya.

Menurutnya, pihak berkuasa perlu mengambil tindakan serius terhadap penyebaran Syiah di negara ini.

Sumber : Sinar Harian -24/07/2013

Artikel berkaitan :

RASULLAH HARAMKAN MUTAAH
SKMM AKAN BERTINDAK JIKA ADA LAPORAN
PENGIKUT SYIAH SEMAKIN BERANI
AUTOMATIK KELUAR PAS JIKA ANUT FAHAMAN SYIAH

KOMEN : Adik-adik, Abang-Abang, Kakak-Kakak janganlah sampai terjebak dengan fahaman Syiah. Belajar kat Universiti teruatama yang banyak pelajar Oversea jangan terikut-ikut atau nak cuba-cuba dengan fahaman ini. Kepada Ibubapa sekalian tegaslah dengan anak-anak beritahu awal-awal jangan sampai anak-anak terjebak dengan fahaman syiah yang membahaya ini.

Kepada yang dah terjebak/terlanjur kembalilah ke pangkal jalan.

Thursday, 30 May 2013

SIFAT, ETIKA DAN FAEDAH SOLAT MALAM


SIFAT, ETIKA DAN FAEDAH SOLAT MALAM
Oleh: Abu Zahroh Al-Anwar (Majalah Al-Mawaddah I/3)

Alloh ta’ala memerintahkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam untuk senantiasa melakukan sholat malam dalam Al-Quran dan juga menyanjung kaum muslimin dan muslimat yang senantiasa sholat malam. Alloh tabaaroka wata’ala berfirman:

كَانُوا قَلِيلاً مِنْ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ) 71 ( وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (71
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar” (QS Adz-Dzariat:17-18).

Berkata Ibnu Abbas Rhodiyallohu’anhu : “Tak ada satu malam pun yang terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan sholat walaupun beberapa roka’at saja” (Tafsir At-Thobari 8/197).

Dan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam dalam sunah-sunahnya yang sahih banyak menjelaskan keutamaan sholat malam. Di antara sunah-sunah tersebut adalah:

“Sholat yang paling utama stetelah sholat wajib adalah sholat malam” (HR. Muslim 1163)
Mengingat keutamaannya yang begitu besar, maka kali ini kita akan membahas beberapa hal terkait dengan sholat malam, dengan harapan agar dapat menggugah semangat kita dalam melakukannya dan menjadi lentera penerang yang menyinari amalan yang mulia tersebut sehingga sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rosul-Nya.

HUKUM SOLAT MALAM :

Sholat malam hukumnya sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat ditekankan pelaksanaannya), berdasarkan Al-Quran dan Assunnah.

Alloh ta’ala berfirman:
وَمِنْ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوداً
“Dan pada sebagian malam, sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rob-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isro’:79).

Dan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda:
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah tali silaturahim dan sholatlah dimalam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR At-Tirmidzi 2485).

WAKTU SOLAT MALAM :

Waktu sholat malam dimulai setelah selesai melakukan sholat Isya dan sunnah ba’da Isya dan berakhir dengan terbitnya fajar.

Nabi Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda: ”Sholat malam itu dikerjakan dua roka’at dua rokaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir waktu subuh tiba, maka sholatlah satu roka’at untuk menutup sholat yang telah dikerjakan” (HR Abu Dawud 1316).

Dalam riwayat lain, Aisyah Radhiyallohu’anha berkata: Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat sehabis Isya sampai terbit fajar sebanyak sebelas roka’at. Beliau salam pada setiap dua roka’at dan melakukan witir satu roka’at”. (HR Muslim 738).

Dan waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.

TATA CARA SOLAT MALAM

Tata cara sholat malam Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam yang disebutkan Ibnul Qoyyim Rahimahullahuta’ala dalam Zadul Ma’ad adalah:

1. Nabi Sholallohu’alaihi wasallam bangun pada malam hari lalu melakukan sholat dua rokaat dengan memperlama berdiri, ruku’ dan sujud. Kemudian beliau tidur hingga mendengkur. Kemudian beliau melakukan itu dengan sebanyak tiga kali dengan enam roka’at, pada tiap kalinya beliau bersiwak dan berwudhu lalu membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali-Imron. Lalu beliau melakukan sholat witir tiga roka’at. Kemudian muadzin adzan dan beliau keluar untuk melakukan sholat subuh (HR Muslim 763).

2. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam memulai sholat malam dengan dua roka’at pendek, lalu melanjutkannya dengan sebelas roka’at. Pada setiap dua roka’at beliau salam dan menutupnya dengan witir satu roka’at.

3. Beliau Sholallohu’alaihi wasallam sholat tiga belas roka’at seperti cara kedua.

4. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak delapan roka’at dengan salam pada setiap dua roka’at, lalu sholat witir sebanyak lima roka’at sekaligus tanpa duduk, kecuali pada rokaat terakhir” (HR Muslim 763).

5. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak Sembilan rokaat dengan melakukannya secara bersambung. Beliau tidak duduk tasyahud awal kecuali pada rokaat ke delapan, lalu berdiri menuju roka’at ke Sembilan, lalu duduk tasyahud dan salam. Setelah salam beliau sholat dua roka’at dengan duduk (HR Muslim 746).

6. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak tujuh roka’at dengan melakukannya secara bersambung. Beliau tidak duduk tasyahud awal kecuali pada roka’at keenam, lalu berdiri menuju roka’at ke tujuh, lalu duduk tasyahud dan salam. Stelah salam beliau sholat dua roka’at dengan duduk”. (HR Muslim 746).

7. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam dua roka’at dua roka’at, lalu beliau melakukan sholat witir secara bersambung sebanyak tiga roka’at tanpa dipisahkan dengan salam. Imam Ahmad Rohimahulloh menyebutkan dari ibunda Aisyah Radhuyallohu’anha bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat witir tiga roka’at tanpa dipisahkan di antara roka’at-rokaat tersebut. (HR Ahmad dalam Musnadnya 24697). Lihat Zadul Ma’ad I/317-321).

Diantara tata cara sholat malam yang dituntunkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam adalah berdiri lama dalam sholat. Dari Ibnu Mas’ud Radhuyallohu’anhu ia berkata ”Aku sholat bersama Rosulullah  sholallohu’alaihi wasallam lalu beliau memperlama berdirinya hingga aku ingin berbuat buruk. Ia ditanya apa yang akan kamu lakukan?’ Ia menjawab: ‘aku ingin duduk dan meninggalkan nabi’” (HR Bukhari bab Thuulul Qiyam fi sholatil lail 1135).

Dan di antara cara-cara yang dituntunkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam adalah:
1. Sholat dengan berdiri, dan ini yang sering beliau lakukan.
2. Sholat dalam keadaan duduk dan ruku’ dalam keadaan duduk pula.
3. Membaca Surat Al-Quran dalam keadaan duduk, lalu apabila tersisa sedikit bacaannya, beliau berdiri lalu ruku’ dalam keadaan berdiri.
Berkata Ibnul Qoyyim Rahimahullahuta’ala : “Ketiga tata cara ini bersumber secara sahih dari Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam.( Lihat Zadul Ma’ad I/321).

BEBERAPA ETIKA SOLAT MALAM

1. Berniat bangun Malam.
Hal ini agar mendapatkan pahala sholat malam apabila ia tertidur darinya. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa mendatangi ranjangnya sedangkan ia berniat sholat malam namun ia tertidur hingga waktu subuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Robb-Nya”. (HR. An-Nasai’ 1786).

2. Berdzikir ketika bangun tidur.
Disunahkan bagi seseorang yang bangun tidur untuk melakukan sholat malam membaca dzikir dan do’a ketika bangun tidur dan membaca 10 ayat terakhir surat Ali-Imron.

3. Bersiwak.
Hudazaifah menjelaskan bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila bangun malam untuk melakukan sholat, beliau menggosoknya dengan siwak (HR Bukhori 245).

4. Membangunkan keluarga untuk sholat malam.
Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rosulullah sholallohu’alaihi wasallam ketika bangun malam, beliau membangunkan Aisyah Radhiyallhu’anha (HR Bukhori:512). Dan pada suatu malam beliau juga bersabda kepada Ali dan Fathimah: “Tidakkah kalian melakukan sholat?”. (HR Bukhori 1127).

5. Membuka sholat malam dengan sholat dua rokaat yang pendek.
Abu Hurairoh Radhuyallohu’anhu menuturkan bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian hendak melakukan sholat malam, hendaknya membukanya dengan melakukan sholat dua roka’at yang pendek”. (HR Muslim 768).

6. Merenungi bacaan Quran yang dibaca dan menangis saat membacanya.
Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila melakukan sholat malam, ketika membaca Al-Qur’an terdengar suara seperti suara periuk karena tangisan beliau” (HR Abu Dawud 904).

Berkata Ibnu Abbas Radhuyallohu’anhu : “Demi Alloh, membaca Al-Qur’an Surat Al-Baqoroh dengan tartil dan merenungkannya, lebih saya sukai dari pada membaca Al-Quran dalam satu malam”. (Lihat Mukhtashor Qiyamul lail 143).

7. Tidak membebani diri dengan sesuatu yang memberatkan dirinya.
Tidaklah ia melakukan sholat malam semalam suntuk, namun membagi waktu malamnya untuk tidur, keperluan keluarga, ilmu dan sholat malam, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam dan para sahabatnya. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam mencela orang yang melampaui batas dalam sholat malam, yaitu ia melakukan sholat semalam suntuk. Beliau Sholallohu’alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku”. (HR. Bukhori 4675).

8. Tidak sholat malam apabila mengantuk.
Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda : “Bilamana seseorang mengantuk dalam sholatnya, hendaknya ia tidur hingga hilang rasa kantuknya. Sebab apabila seseorang sholat dalam keadaan mengantuk, bias jadi ia memohon ampunan kepada Alloh namun ia mencela dirinya sendiri”. (HR Bukhari 212).

9. Tidur setelah sholat malam.
Aisyah Radhiyallohu’anha bertutur: “Aku tidak mendapati Rosulullah pada waktu sahur di rumahku atau di dekatku, melainkan dalam keadaan tidur”. (HR Bukhari 1133).

10. Berdo’a selesai sholat malam.
Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila selesai sholat malam ia berdo’a:
اللّهم إنّي أعوذبرضا ك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك، وأعوذ بك منك لا أخصي ثناء عليك،
أنت كما أثنتيت على نفسك.
“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung dengan keridho’an-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tak mampu menghitung pujian terhadap-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan terhadap diriMu sendiri.” (HR Abu Dawud 1427).


BEBERAPA FAEDAH SOLAT MALAM

Sholat malam memiliki beberapa faedah dan keutamaan, diantaranya :

 Salah satu sebab masuk surga (HR. Ibnu Majjah 3251).

 Salah satu sebab ditinggikannya derajat seseorang di surga kelak. (HR At-Tirmidzi 2527).

 Orang yang melakukan sholat malam adalah orang yang berhak ditinggikan derajatnya di akhirat kelak (QS. Ad-Dzriyat:17-18). Dan mereka adalah orang yang dipuji Alloh ta’aala dalam firmannya di surat Al-Furqon:64. Sebagai saksi atas keimanan mereka yang sempurna.

) إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ ) 51

) تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ) 51

“Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu segera bersujud seraya bertasbih memuji Robbnya, mereka juga tidak sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan selalu berdo’a kepada Robb-nya dengan penuh rasa takut dan harap serta menafkahkan rezeki yang Kami berikan.” (QS As-Sajadah:15-16).

 Menghapus kesalahan-kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa. (HR At-Tirmidzi 3549).
 Sholat malam adalah sholat sunnah yang paling utama (HR Muslim 1163).
 Sholat malam adalah kemuliaan bagi seorang muslim (HR Al-Hakim 4/320).
 Orang lain boleh iri dengan dengan sholat malam yang dilakukan seseorang (HR Muslim 815).
 Membaca Al-Qur’an dalam sholat amalam merupakan kekayaan yang amat besar (HR Abu Dawud 1398).

Demikian kajian kali ini, semoga kita dimudahkan oleh Alloh ta’aala untuk dapat mengamalkan sunnah-sunnah Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam antara lain dengan menghidupkan qiyamul lail. Semoga bermanfaat dan barokallohufiikum.

Monday, 27 May 2013

18SX : PANDUAN BERJIMAK MENURUT ISLAM



Cara Bersetubuh Yang Betul Menurut Islam

MEMUJUK RAYU SERTA BERCUMBU- CUMBUAN :
Nabi Muhammad s.a.w. melarang suami melakukan persetubuhan sebelum membangkitkan syahwat isteri dengan rayuan dan bercumbu terlebih dahulu.
- Hadits Riwayat al-Khatib dari Jabir.

TIDAK BERBOGEL :
Apabila diantara kamu mencampuri isterinya, hendaklah ia menutupi dirinya dan menutupi isterinya dan janganlah keduanya (suami isteri) bertelanjang bulat seperti keledai.
- Hadits Riwayat Tabrani.

DI LARANG MENYETUBUHI DUBUR :
Terkutuklah orang yang menyetubuhi isteri diduburnya.
- Hadits Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah.

DOA SEBELUM BERSETUBUH :

“Bismillah. Allaahumma jannibnaash syaithaa-na wa jannibish syaithaa-na maa razaqtanaa”.

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami berdua (suami isteri) dari gangguan syaithan serta jauhkan pula syaithan itu dari apa saja yang Engkau rezqikan kepada kami.

Dari Abdulah Ibnu Abbas r.a. berkata :

Maka sesungguhnya apabila ditakdirkan dari suami isteri itu mendapat seorang anak dalam persetubuhan itu, tidak akan dirosak oleh syaithan selama-lamanya.

- Hadits Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a.

HAMPIR KELUAR MANI :
Dan apabila air manimu hampir keluar, katakan dalam hatimu dan jangan menggerakkan kedua bibirmu kalimat ini :

“Alhamdulillaahil ladzii khalaqa minal maa’i basyara”.

Segala pujian hanya untuk Allah yang menciptakan manusia dari pada air.

KEPUASAN ISTERI :
Apabila seseorang diantara kamu bersetubuh dengan isterinya maka janganlah ia menghentikan persetubuhannya itu sehingga isterimu juga telah selesai melampiaskan hajatnya (syahwat atau mencapai kepuasan) sebagaimana kamu juga menghendaki lepasnya hajatmu (syahwat atau mencapai kepuasan).
- Hadits Riwayat Ibnu Addi.

MENDATANGI ISTERI MELALUI BELAKANG (ISTERI MENUNGGING) :

Dari Jabir b. Abdulah berkata :

Bahwa orang-orang Yahudi (beranggapan) berkata: Apabila seseorang menyetubuhi isterinya pada kemaluannya Melalui Belakang maka mata anaknya (yang lahir) akan menjadi juling. Lalu turunlah ayat suci demikian :

“Isteri-isteri kamu adalah ladang bagimu maka datangilah ladangmu itu dari arah mana saja yang kamu sukai.”

- Surah Al Baqarah – ayat 223.

Keterangan:
Suami diperbolehkan menyetubuhi isteri dengan apa cara sekalipun (dari belakang, dari kanan, dari kiri dsb asalkan dilubang faraj).

BERSETUBUH MENDAPAT PAHALA:

Berikut adalah cara bersetubuh yang mendapat keberkatan apabila kita melakukannya :-Rasulullah s.a.w. bersabda :

“…..dan apabila engkau menyetubuhi isterimu, engkau mendapat pahala”.

Para sahabat bertanya :

Wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapat pahala dalam melampiaskan syahwat?

Nabi menjawab :
Bukankah kalau ia meletakkan (syahwatnya) ditempat yang haram tidakkah ia berdosa? Demikian pula kalau ia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal maka ia mendapat pahala.

- Hadits Riwayat Muslim.

MENGULANGI PERSETUBUHAN :
Apabila diantara kamu telah mecampuri isterinya kemudian ia akan mengulangi persetubuhannya itu maka hendaklah ia mencuci zakarnya terlebih dahulu.
- Hadits Riwayat Baihaqi.

HAID :
Mereka menanyakan kepada engkau tentang perkara Haid.

Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”.

Oleh kerana itu jauhilah diri kamu dengan wanita-wanita yang sedang Haid dan janganlah kamu mendekati (menyetubuhi) mereka, sebelum mereka bersuci*.

Apabila mereka telah bersuci maka bolehlah kamu menyetubuhi mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kamu.

Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang bertaubat dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan dirinya.

- Surah Al Baqarah – ayat 222.

*Jangan mendekati bermaksud dilarang bersetubuh dengan isteri yang sedang kedatangan bulan dan bukanlah dilarang mempergaulinya sehari-hari.

ISTERI YANG TIDAK BOLEH DI SETUBUHI OLEH SUAMI :

Dari Masruuq b.Ajda’i berkata :

Aku telah bertanya kepada ‘Aisyah tentang sesuatu yang boleh dilakukan seorang suami terhadap isterinya yang sedang Haid.

‘Aisyah menjawab:

Apa saja boleh, kecuali kemaluannya (bersetubuh).

Sumber : http://rossacalla.blogspot.com

P/s : Kepada yang  nak kahwin tak lama lagi Pakcik ucapkan Selamat Pengantin Baru Semuga Berkekalan Ke Anak Cucu. Kepada yang belum kahwin, cepat-cepatlah kahwin sebab kahwin itu menyeronokkan. Dan sebagaimana yang Nabi cakap kahwin adalah sunah dia dan solat orang yang sudah berkahwin mendapat 17 kali ganda pahala dari solat orang bujang. Hebatkan.

Yang kedua, dalam bab berjimak pula, satu perkara yang penting ialah janganlah guna satu 'style ' aje dan asyik-asyik style tu. Gunalah kreativiti anda, kalau tak tahu belajar kat buku2 panduan berjimak i.e Buku Permata Yang Hilang. Jangan pulak belajar style berjimak dengan filem blue, itu lu tanggung lah sendiri dosanya (tengok aurat orang kan dosa walau video je,  walau  niat nak belajar). Kalau dah terbuat bertaubat ajelah.

Selain itu, berdoalah untuk mendapat zuriat yang soleh. WaAllahua'lam. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...