Wednesday, 19 February 2014

KEHEBATAN SOLAT TAHAJUD -KISAH 2





KISAH NYATA KEAJAIBAN DAN KEHEBATAN SHOLAT TAHAJUD

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Jam menunjukkan angka 4 pagi. Suasana hening. Tak ada yang bergerak kecuali dedaunan pohon yang ditiup oleh angin malam hari. Ujung-ujung dahan merangkul jendela rumahku.

Tiba-tiba alarm berbunyi. Khadijah langsung mematikan alarm. Bangun dan bergegas ke kamar mandi. Langkahnya begitu berat karena ia tengah mengandung 8 bulan. Perutnya semakin membesar dan kakinya membengkak. Mudah lelah, nafasnya berat dan wajahnya pucat, matanya membengkak karena banyak menangis.

Ia tetap bangun malam itu, padahal adzan subuh masih satu jam lagi. Khadijah adalah teman dekatku, usia perkawinannya sekitar tiga tahun. Pada saat diberitakan positif hamil, ia dan suaminya sangat girang membayangkan segera dapat menggendong anak pertamanya.

Namun pada beberapa bulan usia kehamilannya di saat visit ke dokter spesialis kandungan, setelah mendapatkan pemeriksaan sebagaimana biasa, lalu dokter tersebut mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya mengalami kelainan organik, hanya memiliki satu ginjal!

Subhanallah, ini terjadi di negeri Barat, yang ilmu kedokterannya sangat maju. Tetapi para dokternya tidak memiliki perasaan manusiawi sedikitpun, salah satu korbannya adalah temanku Khadijah yang secara psikologis menjadi takut dan mencekam setelah mendengar vonis dokter perihal bayinya.

Khadijah keluar dari pemeriksaan dengan wajah yang layu. Seperti orang yang linglung tidak tahu bagaimana bisa sampai ke rumah, kelahiran pertama dengan bayi yang hanya memiliki satu ginjal? Apa yang harus dilakukan? Ataukah dokternya yang salah mendiagnosa?

Khadijah dan suaminya tetap berikhtiar ke dokter lain, tetapi tetap saja mereka menjelaskan diagnosa yang sama, satu ginjal!!! Setiap kali visit ke dokter harapannya semakin tipis, hingga akhirnya ia pasrah menerima kenyataan.

Dokter terakhir yang menjadi langganannya mengatakan bahwa hendaknya ia jangan membuat dirinya menjadi lelah dan stres, karena hal itu tidak akan merubah keadaan anaknya.

Setelah itu ia sadar bahwa tidak ada yang dapat diperbuat olehnya melainkan menghadap Allah dengan doa. Sejak saat itu ia selalu bangun di sepertiga malam untuk tahajud dan mendoakan anak yang kelak akan dilahirkannya, ia yakin dengan firman Allah,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah 2:186)

“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS Al-An’am :t 17)

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107.)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. ((Q.S Al Mukmin : 60)

Juga Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap malam Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika datang sepertiga malam terakhir, lalu Allah berfirman, “Barang siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku berikan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku Aku ampuni”. (HR Bukhari Muslim).

Khadijah yakin tidak ada tempat untuk mengadu kecuali kepada-Nya, karena itu ia tidak ragu-ragu untuk selalu bangun satu jam sebelum fajar atau lebih. Meskipun kehamilannya menyebabkan lelah dan kurang tidur.

Setiap malam selalu bangun di sepertiga akhirnya, sujud di tempat shalat dengan penuh khusyu, seraya memohon kepada Allah agar dikaruniai seorang putri yang sehat dengan ginjal normal (dua ginjal). Ia terus berdoa dengan suara yang lirih.

Tangisnya membasahi alas sujudnya. Tidak luput semalam pun dan tidak bosan sedikitpun dari sujud dan ruku’. Meskipun melakukannya dengan susah payah, ia tidak surut dari usahanya dan tidak mengeluh sedikitpun.

Setiap kali dokter kandungan memberitahukan hasil pemeriksaan, semakin bertambah semangatnya untuk qiyamullail di sepertiga malam terakhir.

Suaminya sangat iba kepadanya setiap malam bangun untuk bermunajat, sang suami khawatir istrinya depresi ketika putrinya lahir dengan satu ginjal. Namun ia sadar bahwasanya Allah SWT terkadang mengabulkan doa di akhir (last minutes), sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dari Abu Said Al-Khudry,

“Tiada seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung unsur dosa dan memutus silaturahim, melainkan Allah berikan kepadanya tiga kemungkinan: dipercepat pengabulan doanya, ditangguhkan pengabulan doanya sampai di akhirat nanti, atau dihindarkan dari keburukan sebanding dengan kebaikan yang diminta. Para sahabat berkata, “Kalau begitu kita minta sebanyak-banyaknya.” Nabi bersabda, ”Allah lebih banyak lagi (karunia-Nya).” (HR. Ahmad).

Ia selalu mengingatkan suaminya bahwa tidak ada jalan baginya kecuali meminta kepada Allah. Jika tidak meminta kepada Allah, kepada siapa lagi kita meminta? Sebagaimana syair mengatakan:

Jangan meminta sesuatu kepada anak Adam ..
Mintalah kepada Yang pintu-Nya tak tertutup ...

Allah marah jika Anda tidak meminta-Nya ..
Sedang anak Adam marah jika diminta ...

Bagaimana Anda tidak meminta kepada Allah SWT, sementara Rasulullah telah meriwayatkan dari Tuhan melalui hadits qudsi,

“Hai hambaKu, seandainya yang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalian, seluruh manusia dan jin berdiri di satu tempat, lalu mereka meminta kepadaku, maka akan aku kabulkan permintaannya masing-masing, tidak ada yang berkurang sedikitpun dari-Ku, kecuali seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalamnya lalu diangkatnya” (HR. Muslim)

Dua pekan sebelum kelahirannya, Khadijah datang ke rumahku. Ketika masuk waktu Zhuhur kami shalat berjamaah. Ketika aku bangun dari shalat, tangannya merengkuh tanganku seraya berkata bahwasanya ia merasakan sesuatu yang aneh.

Lalu kami segera pergi ke rumah sakit, ternyata hal itu adalah tanda-tanda akan melahirkan. Aku berdiri di sampingnya. Ia terus banyak berdoa dan memohon semoga anaknya yang lahir selamat dan normal dengan dua ginjal.

Setelah berjuang antara hidup dan mati, putrinya pun lahir, ia memberinya nama “Fatimah”. Fatimah lahir dengan berat badan yang kurang, posturnya kecil, akibat dari hanya satu ginjal yang dimilikinya. Khadijah menangis dan aku pun tak kuasa menahan tangis, karena membayangkan bagaimana Fatimah dapat hidup dengan hanya satu ginjal?

Tiba-tiba dokter datang dan yang mengejutkan dokter tersebut berkata bahwa ternyata Fatimah kondisinya sehat dan yang lebih mengagetkan lagi dokter menyatakan bahwa ternyata ginjalnya dua (normal). Kami terhenyak sejenak seperti tak percaya dengan semua ini. Subhanallah! Alangkah Penyayangnya Allah kepada makhluk-Nya.

Kini Fatimah berumur 5 tahun, semoga Allah melindunginya dan menjadikannya sebagai penyedap mata bagi yang memandangnya.

Wallahu’alam bishshawab



Sunday, 26 January 2014

KISAH TAAT KEPADA IBU - DIA MASHUR DI LANGIT





Dia hanyalah seorang penggembala kambing biasa. Sekali pandang, tiada apa yang istimewa tentang pemuda ini. Namun, dia mencatat sejarah hebat di kalangan manusia. Malah, baktinya yang tersembunyi mengangkat dirinya ke martabat yang amat tinggi. Sehingga Rasulullah SAW sendiri mengiktiraf bahawa memang benar Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit, bukan manusia di bumi!

Ketika zaman Nabi Muhammad SAW, Uwais Al-Qarni tinggal di negeri Yaman. Hidupnya sangat fakir dan dalam keadaan yatim. Dia cuma tinggal bersama seorang ibu yang sudah tua dan lumpuh. Malahan, ibu tua itu telah buta dan hanya bergantung harap pada Uwais untuk menguruskan kehidupannya. Di situlah mereka berdua beranak meneruskan kehidupan tanpa ada sanak saudara.

Walaupun miskin, Uwais kaya dengan budi bahasa dan amanah. Justeru, dia menjadi kepercayaan orang untuk menjaga ternakan mereka pada waktu siang. Upah yang diterima hanya cukup untuk menampung makan pakai mereka sehari-hari. Jika ada terlebih, Uwais akan membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dirinya.

Selain itu, Uwais terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Dia seringkali berpuasa dan malam hari masanya terisi dengan ibadah solat-solat sunat dan tahajud kepada Allah. Tatkala ibunya memerlukan bantuan, Uwais tidak pernah mengeluh dan akan menguruskan ibunya terlebih dahulu sebelum membuat perkara lain.

Sebenarnya, Uwais ada menyimpan satu keinginan. Dia ingin sekali berjumpa sendiri dengan Rasulullah SAW. Malah, hatinya merasa sedih setiapkali mendengar cerita jirannya yang dapat bertemu dengan Rasulullah. Apakan daya, dia tidak boleh meninggalkan ibunya yang uzur dan Uwais redha dengan keadaan itu.

Kecintaannya kepada Rasulullah juga bukan calang-calang. Ketika mendengar Rasulullah tercedera dan gigi baginda patah di dalam perang Uhud, Uwais lantas mengetuk giginya dengan batu sehingga patah. Ini sebagai ungkapan cintanya kepada Nabi Muhammad SAW sekalipun dia tidak pernah bertemu dengan baginda. Kerinduan dan kecintaan kepada nabi menyebabkan dia bertanya sendiri, bilakah dia akan bersua muka dengan kekasih Allah yang agung itu.

Tetapi seketika kemudian, Uwais kembali sedar bukankah tanggungjawab utamanya adalah berbakti kepada ibunya yang sudah uzur. Mana mungkin dia tegar meninggalkan wanita itu keseorangan. Lagipun, ibu itu amat dikasihi dan dijaga bagai menatang minyak yang penuh saban hari.

Sekian waktu berlalu, kerinduan kepada Nabi SAW yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, memberitahu keinginannya dan memohon izin serta restu agar dapat pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibunya merasa terharu mendengar permintaan Uwais dan berkata,

“Pergilah wahai Uwais, Temuilah Nabi di rumahnya. Kelak, selesai berjumpa dengan baginda, segeralah engkau pulang ke pangkuanku.”

Izin itu diterima Uwais dengan gembira. Segera dia berkemas untuk berangkat. Dia menyiapkan segala keperluan ibunya dan berpesan kepada jiran agar menemani ibunya selama dia pergi. Sesudah bersalaman dan mencium ibunya, Uwais pun berangkat ke Madinah.

Setelah melalui perjalanan yang jauh, akhirnya Uwais sampai di kota Madinah. Dia terus menuju ke rumah Rasulullah SAW dan mengetuknya. Salamnya dijawab seorang wanita. Itulah Siti Aisyah r.a. Dikhabarkan Rasulullah tidak ada di rumah kerana sedang berada di medan pertempuran. Kecewalah Uwais. Dari jauh dia datang namun Nabi tidak dapat ditemuinya. Kerana teringatkan ibunya yang sudah tua, hati Uwais serba salah. Perlukah dia menunggu Rasulullah? Di telinganya terngiang-ngiang kata-kata ibunya yang menyuruh dia lekas pulang. Apa khabar ibunya kini?

Akhirnya kerana ketaatan kepada ibunya, Uwais berangkat pulang dengan segera. Kepada Aisyah, dititipkan pesanan dan salam untuk Rasulullah.

Tidak lama kemudian, Rasululullah SAW pulang dari medan peperangan. Kedatangan Uwais disampaikan oleh Aisyah.

“Itulah Uwais Al-Qarni, anak yang taat pada ibunya. Dialah penghuni langit,” ujar baginda. Siti Aisyah dan sahabat tertegun.

Nabi berkata lagi “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah dia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi SAW memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi SAW kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi SAW itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan kambing dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali r.a, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahawa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tetapi ketika itu Uwais sedang solat. Usai solat, Uwais menjawab salam Khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi SAW ini dan menghulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabat, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi SAW. Memang benar! Kelihatan tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi SAW bahawa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam perbualan mereka, dinyatakan ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta doa pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Kerana desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera sahaja Uwais marah dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni pun meninggal dunia. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut-rebut untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafannya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, orang berebut-rebut mengangkat jenazah dan mengiringinya.


Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi peristiwa yang menghairankan. Ramai orang yang tidak dikenali datang untuk menguruskan jenazahnya sehingga ke liang lahad sedangkan selama ini Uwais hanyalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Bermula saat dia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah yang begitu ramai. Mungkin mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan peristiwa-peristiwa ajaib yang berlaku ketika hari beliau wafat telah tersebar ke serata tanah Yaman. Baru hari itu mereka sedar siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Dihari wafatnya, mereka mengakui bahawa memang benar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi SAW, sesungguhnya Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.


Dikopipes dari : mtaqtanwiriah.blogspot.


Thursday, 26 December 2013

SAIFUDDIN : BN MUNGKIR JANJI JIKA TOL NAIK




SAIFUDDIN: BN MUNGKIR JANJI JIKA TOL NAIK



Bekas timbalan menteri pendidikan Datuk Saifuddin Abdullah berkata BN memungkiri janji sekiranya meneruskan rancangan untuk menaikkan kadar tol lebuhraya di seluruh negara.
Katanya, BN telahpun membuat akujanji semasa pilihan raya untuk meneliti semula kadar bayaran tol.

“Tapi jika kerajaan meneruskan juga (langkah menaikkan kadar tol), ia secara terang-terangan merupakan perbuatan memungkiri janji, yang amat tidak baik,” katanya ketika ditemui di Universiti Malaya hari ini.

Katanya, beliau berharap agar kerajaan menyemak semula kedudukannya dengan pemegang konsesi lebuh raya.

Tambahnya, tindakan tersebut juga akan menujukkan amaran Pakatan Rakyat, bahawa BN hanya ingin memancing undi, akan menjadi kebenaran.

"Sebab itulah ada MP BN yang memberi amaran kepada kerajaan berhubung langkah ini. Jika kita buat begini, apa yang Pakatan katakan selama ini, bahawa janji kita hanya untuk memenangi undi, akan menjadi realiti,” katanya lagi.

Sumber : Malaysiakini

Komen : Mentang-mentang dah menang... selagi apa ada yang boleh naik semua BN nak naikkan. Gula, minyak, GST, Bil Letrik, Tol dan banyak lagi akan menyusul semuanya naik. Ni lah padah menangkan BN pada PRU13 yang lepas. Juragan-juragan Umno mana ada terasa barang baik sebab diaorang semua hartawan. Balik2 rakyat juga yang tertipu.

Kelangsungan dari kenaikan barangan asas di atas maka segala barang-barang dapur, makanan, transport, baju seluar, daging ayam, perabot,barang kegunaan dll akan naik harga. Maka jadilah rakyat Malaysia rakyat sengsarawan. Buktinya baru2 ni pakcik makan kat Precint 9 Putrajaya lauk ikan sayur tak masuk air harga RM10.00. Air mineral botol kecil RM1.50. Tu baru intro kenaikan. Inilah balasan UMNO pada orang Melayu yang mengundi BN.

Saturday, 3 August 2013

VIDEO OF THE WEEK : APAKAH YANG PALING RINGAN DAN YANG PALING BERAT DI DUNIA -IMAM GHAZALI





Thursday, 1 August 2013

APABILA PETISYEN UMNO DITERIMA DAN PETISYEN PAKATAN DITOLAK...PEGUAM PAS

 

Petisyen PRU13-Apa kata Hanifa Maidin Peguam PAS

Ramai sudah mengetahui banyak petisyen pilihanraya yang difailkan khususnya oleh PAS dan PKR telah ditolak oleh Mahkamah di peringkat bantahan awal lagi. Setakat artikel ini ditulis 5 petisyen yang difailkan oleh PAS di Kelantan telah ditolak. Begitu juga 2 petisyen PKR di Kelantan juga ditolak. Petisyen PAS bagi Parlimen Titiwangsa juga ditolak. Begitu juga Petisyen Parlimen Setiawangsa yang difailkan PKR juga ditolak. Petisyen Dun Mahkota di Johor juga ditolak meskipun wujudnya banyak Borang 14 yang mengandungi maklumat tidak betul yang dilakukan oleh SPR dan menjejaskan keputusan pilihanraya.

Untuk berlaku adil terdapat juga beberapa petisyen yang Umno failkan juga dtolak. Hampir semua petisyen yang ditolak , Mahkamah mengenakan kos yang agak tinggi. Ini menimbulkan spekulasi yang tidak sihat iaitu adakah Mahkamah ingin memberi satu mesej kepada mereka yang ingin memfailkan petisyen pilihanraya pada masa akan datang supaya berjaga-jaga kerana anda mungkin akan dikenakan kos yang tinggi jika kalah. Selain itu ia juga mengundang satu mesej bahawa mana mana petisyen yang telah difailkan tapi belum didengar lagi setakat ini adalah lebih baik ditarik balik petisyen tersebut.

Semasa pendengaran petisyen PAS bagi Parlimen Kuala Selangor, peguam Umno Dato Hafarizam meminta Mahkamah mengenakan kos yang tinggi iaitu lebih dari RM30 ribu kerana beliau mahu membankrapkan Pempetisyen. Kata beliau seseorang hanya boleh dibankrapkan jika hutang lebih RM30 ribu.

Ketika tiba giliran saya berhujah saya katakan kami failkan petisyen bukan untuk membankrapkan sesiapa. Sebaliknya kami failkan petisyen kerana ini sahaja saluran undang-undang yang kami ada untuk meminta Mahkamah membetulkan kepincangan dan salah urus pilihanraya yang dilakukan olen SPR . Petisyen difailkan, saya kata, bagi memastikan kesucian (sanctity) dan kebersihan (purity) sistem pilihanraya sentiasa dipelihara. Saya katakan biarlah mana mana calon yang menang sesuatu pilihanraya hasil dari satu pertandingan yang sihat dan adil dan bukan secara menipu dan melanggar undang-undang.

Saya pernah menulis di ruangan ini bahawa hakikatnya Mahkamah Piliharaya bukan forum yang boleh diharap membetulkan kepincangan sistem pilihanraya negara ini. Keyakinan saya itu hasil dari pengalaman mengendalikan banyak kes petisyen pilihanraya dalam tempoh masa hampir 15 tahun. Melihat kepada beberapa keputusan Mahkamah Pilihanraya pada kali ini saya makin hampir ingin menyatakan tidak perlu lagi Pakatan bersusah payah mengguna saloran Mahkamah untuk mengadu hal kepincangan pilihanraya. Buang masa , tenaga dan wang ringgit.

Tapi itulah yang Umno inginkan! Dan itulah dilema yang Pakatan hadapi. Guna saloran undang undang, Mahkamah meletakkan pelbagai halangan teknikal untuk menyusahkan perbicaraan petisyen. Guna saloran di luar Mahkamah seperti berdemo menentang kepincangan sistem pilihanraya dkatakan tidak menghormati keputusan pilihanraya meskipun keputusan tipu dan mungkin akan didakwa pula di bawah Akta Perhimpunan Aman .

Adakah Mahkamah patut disalahkan dalam hal ini? Malangnya jawapannya ya kerana kali ini saya melihat Mahkamah terlalu  mengutamakan bentuk ( form ) dari isi ( substance ). Mahkamah atau para hakim ( yang setengahnya nampak sangat tidak ada pengalaman  ) nampaknya begitu mudah berselindung atas alasan undang undang pilihanraya mesti ditafsir dengan ketat ( strict interpretation ) bagi membatalkan sesuatu petisyen. Maka kita dapat melihat Mahkamah mudah sangat menerima bantahan bantahan remeh untuk membatalkan sesuatu petisyen.

Sebagai contoh ada hakim pilihanraya kali ini yang menolak petisyen hanya kerana beliau menerima tafsiran ganjil peguam Umno yang menyatakan petisyen mestilah diserahkan oleh pihak Pempetisyen sendiri. Yang lebih malang hakim tersebut , atas alasan yang beliau sahaja tahu, menerima bantahan Umno itu tanpa para peguam yang hadir di hadapan beliau diberi peluang untuk berhujah secara lisan. Keputusan hakim itu mendorong saya menyatakan kepada Hakim itu "saya rasa adalah tidak wajar yang Arif membuat keputusan tanpa memberi kami para peguam peluang berhujah secara lisan. Lagipun Yang Arif, dengan penuh hormat, tidak mempunyai pengalaman mengendalikan kes petisyen..apa salahnya bagi kami peluang berhujah secara lisan untuk bantu Yang Arif membuat keputusan yang betul.".

Saya akui kenyataaan saya pada hakim itu agak tegas.Namun saya tidak ada pilihan . Beliau bukan sahaja tidak menunaikan permintaan saya malahan Hakim itu berkata " saya sudah buat keputusan, keputusan saya final dan jika kamu tidak puas hati kamu boleh  merayu.". Apabila beliau kata begitu saya tahulah nasib malang petisyen Pas.  Betul jangkaan saya, semua bantahan awal kami ke atas petisyen Umno ditolak dan semua bantahan awal peguam Umno atas petisyen Pas pula diterima .

Ada peguam perlembagaan menyatakan Perlembagaan akan mati jika Perlembagaan ditafsir seperti menafsir wasiat. Saya pula ingin menyatakan demokrasi yang mati di negara ini tidak akan hidup balik jika Mahkamah Pilihanraya terus menerus menafsirkan undang undang pilihanraya macam tafsir surat pajak gadai !!!

Bayangkan jika ada Mahkamah yang boleh menafsir seksyen 34 Akta Kesalahan Pilihanraya bahawa petisyen pilihanraya tidak boleh difailkan melalui firma peguam atas alasan seksyen 34 menggunakan perkataan pempetisyen , maka hanya pempetisyen yang kena failkan petisyen dia di Mahkamah. Malangnya tafsiran begini pun hakim boleh terima.

Adakah masuk akal mereka yang tidak tahu selok belok undang undang dan proses Mahkamah disuruh pergi Mahkamah untuk memfailkan petisyen. Bagitu juga masuk akal kah petisyen hanya boleh diserahkan oleh pempetisyen sendiri dan bukan melalui orang lain. Jika kita ikut tafsiran mengarut itu sudah tentu jika Karpal Singh memfailkan petisyen beliau sendiri perlu menyerahkan petisyen secara berkerusi roda. Bagaimana pula jika pempetisyen itu seorang yang buta matanya ?

Yang terbaru Hakim menerima bulat bulat tafsiran peguam negara bahawa maksud ketidakpatuhan undang-undang bertulis berkaitan penjalanan pilihanraya ( non compliance of written law relating to conduct of election ) di dalam seksyen 32 ( b ) Akta Kesalahan Pilihanraya 1954 adalah terhad kepada ketidakpatuhan dua undang undang sahaja iaitu Peraturan Pilihanraya ( Penjalanan Pilihanraya ) 1981 dan Peraturan Pilihanraya ( Pengundian Pos ).

Dengan tafsiran sempit ini jika sekalipun ada ketidakpatuhan mana mana peruntukkan lain dalam mana mana undang undang pilihanraya selain dua peraturan itu maka ia tidak boleh dijadikan alasan untuk memfailkan petisyen. Atas tafsiran sempit itulah walaupun petisyen yang Pas failkan berhubung Borang 14 yang disediakan oleh Ketua Tempat Mengundi ( KTM ) adalah palsu kerana terlalu banyak kesilapan dan bercanggah dengan seksyen 4 ( a ) Akta Kesalahan Pilihanraya 1954 Mahkamah meskipun setuju ia bercanggah dengan seksyen 4 ( a ) tersebut tetap menolak petisyen Pas. Alasannya ketidakpatuhan Akta Kesalahan Pilihanraya tidak boleh dijadikan alasan di bawah seksyen 32b .

Mahkamah mungkin tidak sedar atau pura pura tidak sedar akibat tafsiran sempit itu maka selepas ini SPR tidak lagi perlu bimbang jika mana mana pegawainya membuat apa apa kesalahan atau kesilapan di bawah mana mana undang undang selain dari dua Peraturan yang saya sebut itu. Ini tafsiran yang memberi lesen kepada penyelewengan dan salah guna kuasa !

Hakikatnya undang undang pilihanraya digubal dengan memberi  manfaaat yang tidak sewajarnya kepada parti yang memerintah. Mahkamah pula membantu mengekalkan status quo itu. Jika pun ada Hakim yang berani seperti Hakim Dato Kamil Awang dalam pilihanraya Likas membatalkan keputusan pilihanraya tersebut kerana wujudnya daftar pemilih yang diragui dan tidak bersih , keputusan tersebut bukan digunakan untuk membersihkan daftar pemilih . Sebaliknya keputusan itu digunakan sebagai justfikasi untuk pintu Mahkamah ditutup rapat dari mempersoalkan kebersihan daftar pemilih dengan diperkenalkan seksyen hantu iaitu seksyen 9A Akta Kesalaha  Pilihanraya 1954 ( pindaan 200)

Komen : Pakcik doakan siapa jua penzalim-penzalim yang tak sedar diri ini akan musnah dan hancur dan ditimpa bala musibah akibat perbuatan jahat mereka. Siapa makan cili nasib le.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...